ciri ciri battery yang sukar di perbaiki

Monday, May 17, 2010

1. Seperti pernah disebutkan yaitu bila tegangan charging sudah dinaikkan sampai tinggi sekali tapi arus yang mengalir cuma sangat kecil atau bahkan 0 maka disebut battery telah putus, padahal mungkin yang putus hanya satu cel saja, atau satu cel telah menjadi sangat isolatif, cel ini harus diganti.

2. Misalnya sebuah battery tertulis 7,2 V, walau telah dilakukan ke 3 cara di atas lalu di-charge ulang, di ukur tegangannya didapat hanya 6 V, maka disimpulkan satu cel telah mati secara short-circuit. Penanggulangannya spt. No. 1 yaitu battery dibongkar dan diganti cel yang short ini.

3. Bila battery telah meleleh sebaiknya diganti saja, karena cairannya sangat korosif sehingga sangat mudah merusak rangkaian pesawat.

Pepatah lebih baik mencegah dari pada mengobati di sini juga berlaku, melakukan perawatan lebih baik hasilnya dari pada memperbaiki battery yang telah rusak.

CARA MEMPERBAIKI RECHARGEABLE BATTERY NOTEBOOK

Zat C yang bersifat isolasi ini ternyata bisa dipecahkan / diurai kembali menjadi zat A atau zat B dengan mengalirkan Arus yang sangat BESAR pada Battery. Bila arus besar itu Forward (masuk) maka zat C bisa kembali menjadi zat B, sebaliknya bila arahnya ke luar / reverse, zat C bisa menjadi zat A.
Arus besar yang dimaksud adalah kira-kira sekitar 2 A sampai 10 A. Karena itu untuk Cara No. 2 dan 3 di bawah ini memerlukan sebuah Power Supply Unit (PSU) yang bisa di-adjust tegangannya dari 0 V – 30 V dengan maximum kapasitas 20 A atau 30 A. Sediakan pula R dan AVO meter.

PERHATIAN: Untuk mencapai arus besar pada battery 3.6 V – 9.6 V yang telah jelek diperlukan tegangan antara 12 V – 20 V, karena itu kita harus hati-hati dalam penangannya karena hubung-singkat pada kabel-kabel PSU bisa menimbulkan ledakan dan bunga api.

CARA 1:

Bila memory effect masih sedikit battery masih agak bagus kita bisa mengharapkan mendapat arus Besar Reverse (keluar) sebesar sekitar 2 A dengan jalan sebagai berikut:

1. Isi penuh dulu battery dengan charger biasa, lalu kosongkan secara cepat menggunakan beban antara R (1,8 Ohm) untuk battery 3,6 V sampai dengan R (= 4,7 Ohm) untuk battery 9,6 V. [Perhatian R yang dipakai di sini harus dengan watt yang besar minimum 5 W, kalau susah mendapatkan R ini bisa diganti dengan lampu mobil 12V antara 50 W – 25 W.]

2. Karena arus 2 A ini cukup besar maka battery dan R akan panas, jadi beban R tidak boleh terus menerus di hubungkan tapi hanya untuk kira-kira 5 – 15 detik lalu dilepas.

3. Setelah R agak dingin, ulangi step 2 berulang-ulang, sampai isi battery kosong.

4. Ulangi step 1 – 3 sebanyak 2 @ 3 kali, kemudian battery di charge dengan normal chargernya sebelum dipakai.

Bila battery masih cukup baik dia bisa di isi cukup banyak untuk bisa menghasilkan arus sekitar 2 A bila diberi beban, tapi kalau battery sudah terlampau parah dia tidak bisa diisi cukup banyak muatan sehingga bila diberi beban atau bahkan dihubung singkat sekalipun kita tidak bisa mendapatkan arus sebesar 2 A, untuk itu kita memerlukan pertolongan PSU pada CARA 2 dan 3 di bawah ini.

CARA 2:

Bila arus 2 A tidak bisa kita dapatkan melalui pengosongan battery dengan beban R atau kadang-kadang dengan arus 2 A ini memory effect belum bisa dipecahkan, kita perlu adjustable PSU yang ada Ampere-meter dan Volt-meternya untuk mendapatkan arus masuk (forward) yang besar:



1. Kosongkan battery dengan R (5 Ohm) sampai tuntas, seperti metoda perawatan battery.

2. Hubungkan kutub + PSU ke kutub + battery, kutub – PSU ke kutub – Battery seperti gambar.

3. Naikkan tegangan perlahan-lahan, monitor penunjukan Ampere Meter, dapatkan kurang-lebih 5 A. Setelah kira-kira 2 – 4 detik dilepas, istirahat 2 detik, sambung lagi 2 – 4 detik begitu seterusnya sampai battery menjadi panas sekali.

4. Dinginkan battery dulu.

5. Lalu kosongkan battery seperti step 1.

6. Ulangi step 2 - 5 sebanyak 2 @ 3 kali.

7. Charge battery dengan normal chargernya.

Bila setelah dipakai ternyata battery masih juga kurang tahan lama, coba ulangi prosedur ini tapi sekarang dengan arus 10 A. Dalam percobaan untuk battery 7,2 V kadang-kadang diperlukan tegangan antara 15 V – 20 V untuk mendapatkan arus 10 A.

Bila tegangan sudah dinaikkan sampai 20 V bahkan 30 V tetapi arus yang mengalir sangat kecil atau bahkan 0 A, maka battery dikatakan sudah putus, tidak ada cara lain kecuali dibongkar dan dicari Cel mana yang putus untuk diganti dengan Cel yang baru (Satu Cel tegangan normalnya 1,2 V).

CARA 3:

Cara 3 ini ditempuh bila cara 2 tidak berhasil, caranya hampir sama dengan cara 2 yaitu sama-sama menggunakan PSU, bedanya sekarang dengan menggunakan arus ke luar (reverse), prinsipnya sama dengan cara 1 yaitu arus-nya reverse, hanya bedanya arusnya lebih besar (5 A - 10 A).
Mungkin kata-kata ini membingungkan kita, tapi bila telah mengetahui step-step-nya akan menjadi paham.



1. Kosongkan battery dengan R (5 Ohm) sampai tuntas, seperti metoda perawatan battery.

2. Hubungkan kutub + PSU ke kutub – battery, kutub – PSU ke kutub + Battery seperti gambar.

3. Naikkan tegangan perlahan-lahan, monitor penunjukan Ampere Meter, dapatkan kurang-lebih 5 A. Setelah kira-kira 2 – 4 detik dilepas, istirahat 2 detik, sambung lagi 2 – 4 detik begitu seterusnya sampai battery menjadi panas.

4. Dinginkan battery dulu.

5. Lalu kosongkan battery seperti step 1.

6. Ulangi step 1 - 5 sebanyak 2 - 3 kali. [Polaritas battery biasanya jadi terbalik tapi tegangannya sangat rendah, hal ini tidak apa-apa]

7. Charge battery dengan normal chargernya.

Perhatikan perbedaan step 3 dengan step 2, hubungannya saling terbalik. Karena itu step no. 1 yaitu pengosongan haruslah benar-benar dilakukan sampai tuntas, karena bila battery masih penuh dihubungkan dengan power supply dengan polaritas terbalik akan terjadi loncatan bunga listrik yang cukup besar.
Seperti Cara 2, Cara 3 ini bila belum berhasil naikkan arusnya menjadi sampai 10 A.

Petujuk Cara Merawat Battery Rechargeable

Rechargeable Battery (NiCd, NiMH, LiIon) mempunyai sifat Memory Effect.
Memory Effect yaitu sifat battery yang “mengingat” kondisi terakhir di-charge sebagai kondisi minimum baru-nya. Jadi misalnya sebuah battery dengan kapasitas 1000 mAH telah di isi penuh, kemudian dipakai sampai muatannya misalnya tinggal 50 mAH, di pesawat (Ponsel atau HT) telah mengindikasikan Battery Low. Bila langsung di-charge ulang, maka akan terjadi memory effect yaitu kondisi 50 mAH ini menjadi kondisi minimum (sebagai titik 0 mAH baru) battery tersebut, jadi battery hanya bisa diisi sebanyak 950 mAH.
Bila pesawat dipakai lagi sampai sisa 50 mAH lagi lalu di charge lagi maka titik yang seharusnya 100 mAH menjadi titik 0 mAH baru battery tersebut, jadi kapasitas pengisian hanya bisa sampai 900 mAH.
Begitu seterusnya, lama-lama kapasitas battery menjadi sedikit sekali sehingga kadang-kadang sekali pemakian pesawat langsung Battery Low.

ILUSTRASI:
Anggap kita punya drum yang kita isi CAIRAN FIKTIF yang permukaannya bisa mengeras bila ditekan dari atas secara mendadak. Sementara untuk mengeluarkan cairan hanya bisa dari atas.
Mula-mula kita bisa isi drum 100 liter cairan, waktu kita keluarkan tidak sampai habis, sisa 5 liter,
Kemudian kita isi lagi dengan menuang dari atas, karena mengalami tekanan mendadak terjadilah pengerasan pada permukaan yang 5 liter tadi, akibatnya cairan yang effektif bermanfaat untuk di keluarkan tinggal 95 liter..begitu seterusnya. Karena berulang-ulang terjadi pengerasan permukaan cairan setiap pengisian, lama-lama cairan yang bisa di isi tinggal sedikit.



PENYEBAB SEBENARNYA:
Pada waktu pengisian battery terjadi arus masuk (arus forward) sedangkan pada waktu pemakaian terjadi arus keluar (reverse).
Bila battery masih kosong dan arus forward diberikan, apa yang terjadi di dalam battery adalah reaksi kimia dari molekul-molekul battery, untuk menyederhanakan sebut saja dari zat A (kosong) menjadi zat B (bermuatan). [Disederhanakan karena tiap jenis battery mengalami reaksi kimia yang berbeda sehingga sulit diterangkan satu persatu, yang penting kita tahu prinsipnya].
Pada waktu pemakian/pengosongan ada arus reverse, yang terjadi adalah proses kimia dari zat B menjadi zat A kembali.
Bila pemakaian tidak benar-benar sampai habis, apa yang terjadi adalah masih tersisanya molekul-molekul zat B dalam battery tersebut.
Apa yang terjadi pada molekul zat B bila diberikan arus forward lagi? Dia akan membentuk zat yang bersifat isolasi sehingga “tahanan dalam” cel naik, molekul ini kita sebut sebagai zat C.
Zat C ini bersifat isolatif jadi sukar terpengaruh bila ada arus forward atau reverse yang biasa (kecil), akibat nya lama kelamaan jumlah molekul zat A atau B menurun karena telah berubah menjadi zat C ini.
Lama-lama cel battery menjadi isolator jadi seolah-olah putus. [Pada jenis battery Lithium Ion diyakini zat C yang berisfat isolasi ini tidak terbentuk, padahal sebenarnya terbentuk juga hanya jumlahnya lebih sedikit dari jenis battery yang lain, sehingga pengaruh buruknya lebih lama].

Kenapa Battery-baru waktu chargingnya lama, battery jelek chargingnya cepat tapi cepat habis kalau dipakai?
Charger sekarang biasanya sudah dibuat otomatis, bila sudah “Penuh” charging berhenti sendiri.
Kondisi Penuh ini dipantau melalui arus yang mengalir, bila battery masih kosong, arus yang mengalir cukup besar, bila dia sudah penuh arusnya mengecil. Charger mendeteksi bila arusnya cukup kecil dia memutus hubungan ke Battery, dianggap sudah penuh. Ini demi keamanan battery itu sendiri karena kalau terlalu lama di-charge gejalanya menjadi seperti diatas pula, yaitu bila semua molekul telah berubah menjadi zat B tapi masih di charge, akibatnya akan terbentuk zat C pula.

Bila telah terbentuk banyak zat C dalam battery akibatnya sifat konduksi menjadi turun karena sifat zat C adalah isolasi, dengan lain perkataan “tahanan dalam” dari battery tersebut menjadi tinggi (battery bagus tahanan dalamnya kecil, idealnya = 0 Ohm). Akibatnya bila di hubungkan ke charger arus yang mengalir kecil, nah inilah yang menipu charger, disangka sudah penuh maka dia buru-buru berhenti charge. Disamping itu jumlah zat A yang dirubah menjadi zat B pun memang sudah tinggal sedikit. Karena muatan yang tersimpan sedikit, bila digunakan pasti cepat habis.

KIAT MERAWAT BATTERY:
Setelah memahami karakteristik battery charger di atas maka cara merawat Battery di bawah akan mudah dipahami mengapa harus begitu.



1. Pada saat battery baru, biasanya dia sudah mengandung muatan sedikit sehingga bisa dipakai untuk menyalakan pesawat walau sebentar. Jangan langsung di charge!, tapi kosongkan dahulu dengan jalan menggunakan pesawat lalu dilanjutkan menggunakan R(esistor): 5 Ohm/5W atau gunakan lampu rem mobil 25 W/12 V. Hubungkan ke dua kaki R pada ke dua kutub battery yang biasanya terhubung ke beban Ponsel/HT, jadi battery harus dilepaskan dari pesawat, bila dilihat ada 4 kutub, maka kutub-kutub yang di pinggir itulah yang dimaksud. Tujuannya agar semua molekul menjadi kosong muatannya. Lamanya waktu pengosongan relatif, tapi sebagai indikasinya biasanya R nya yang mula-mula panas lama kelamaan menjadi dingin. Baru setelah itu battery boleh di charge sampai penuh. (Nilai 5 Ohm ini cocok buat battery Ponsel/HT yang besarnya berkisar 3.6 V – 9.6 V. Bila tegangan battery lebih besar dari ini, nilai R nya bisa ditambahkan sedikit agar tidak terlampau panas.)

2. Selalu bila battery dipakai pesawat telah mencapai indikasi battery-low, lepaskan dari perangkat, lakukan pengosongan seperti butir no. 1 di atas, baru boleh di charge. Yang penting prinsipnya jangan mengisi battery kalau tidak benar-benar kosong dulu.

3. Jangan menggunakan/menyalakan pesawat sambil di charge batterynya, karena akan terjadi arus forward dan reverse bergantian pada battery yang tidak kosong, sehingga mudah terjadi memory effect. Selain itu bila pesawat nyala/dipakai arus yang ditarik dari charger cukup besar sehingga charger menduga battery belum penuh, akibatnya charger terus-menerus on walaupun sebenarnya battery-nya sudah penuh, akibatnya akan merusak battery tersebut.

4. Untuk charger yang tidak otomatis, misalnya charger battery satuan (@ 1,2 V) kita harus perhatikan peraturan waktu charging battery sesuai dengan kapasitas battery dan chargernya. Misalnya kapasitas battery 1500 mAH sedangkan arus charging-nya 100 mA, maka perlu (1500:100) = 15 jam lebih sedikit. Terlampau lama mininggalkan battery pada chargernya akan menimbulkan memory effect.

5. Jangan mengosongkan battery dengan cara menghubung singkat, karena arus besar sekali yang mengalir dalam battery bisa mengakibatkan ledakan, api dan putusnya jalur di dalam battery, apalagi kalau muatan battery sedang penuh. Kalau muatan battery hampir kosong di tandai dengan beban R yang telah dingin, ke dua kutub battery boleh bahkan di anjurkan untuk di hubung singkat, karena lebih membersihkan muatan yang tersisa.

Bila kita rajin mengikuti petunjuk tersebut di atas, sampai 3 - 4 th. Battery akan tetap prima, lumayan buat menghemat devisa dan mengurangi stress akibat jengkel karena battery cepat habis.
Bila pemakaian pesawat tidak boleh terputus maka diperlukan battery cadangan selama proses di atas.

spesifikasi notebook untuk gamer

Pertanyaan Umum

1) Berapa anggaran Anda? 7-8 jt

2) Berapa ukuran dan berat yang Anda inginkan? 2-2,5 kg
b
a. Ultraportable; 12" screen atau kurang
b. Tipis dan ringan; 13" - 14" screen
c. Mainstream; 15" - 16" screen
d. Pengganti Desktop; 17"+ screen

3) Apakah ada merk tertentu yang Anda sukai atau tidak Anda sukai?
acer
4) Jelaskan bagaimana Anda akan menggunakan notebook yang Anda beli! Apa saja aplikasi yang akan Anda jalankan?
buat maen game sama buat buat tugas kuliah

5) Apakah Anda akan sering membawanya bepergian atau tidak?
tidak

6) Apakah Anda akan memainkan game di laptop Anda, jika ya, game apa? ya, game online dan game manager

7) Berapa lama daya tahan battery yang Anda harapkan?
5 ja,
8 ) Apa OS yang Anda sukai? Windows (XP or Vista), Mac OS, Linux?vista

Kualitas design dan ketahanan

9) Apakah penampilan notebook dan design yang stylish penting buat Anda? tidak

10) Berapa lama Anda harap notebook ini akan mampu bertahan?
5 th
Komponen Notebook

11) Berapa kapasitas harddisk yang Anda perlukan; 40GB to 500GB?
160-200 gb
12) Apa Anda memerlukan optical drive? Jika ya, DVD Writer atau yang lain?
dvd

Tips maksimalkan dan optimalkan baterai notebook

Tuesday, May 11, 2010

Banyak yang bertanya bagaimana caranya memaksimalkan dan merawat baterai notebook ? Banyak yang mengeluhkan baterai notebook-nya cepet banget drop. Sayang, padahal baterai (batre / batere ?) notebook itu lumayan mahal harganya…

Padahal, di manual notebook sudah tertulis mengenai cara² memaksimalkan dan mengoptimalkan baterai notebook (laptop, ceuk tukul mah). Sayangnya ada kebiasaan buruk orang Indonesia yaitu tidak pernah membaca MANUAL ! padahal para produsen (terutama produsen barang² elektronik yang ternama) sudah berbaik hati membuat manual yang cukup jelas dibaca, bahkan sudah banyak yang dibuat dalam bahasa Indonesia. Well, orang Indo lebih memilih bertanya kepada teman daripada membaca manual yang sudah disediakan.

Nah, tips dari Acer untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan baterai notebook adalah :

Maximizing the battery’s life
Like all other batteries, your computer’s battery will degrade over time. This means that the battery’s performance will diminish with time and use. To maximize your battery’s life, you are advised to adhere to the recommendations set out below.

Conditioning a new battery pack

Before you use a battery pack for the first time, there is a “conditioning” process that you should follow:
Insert the new battery without turning the computer on.
Connect the AC adapter and fully charge the battery.
Disconnect the AC adapter.
Turn on the computer and operate using battery power.
Fully deplete the battery until the battery-low warning appears.
Reconnect the AC adapter and fully charge the battery again.

Follow these steps again until the battery has been charged and discharged three times. Use this conditioning process for all new batteries, or if a battery hasn’t been used for a long time. If the computer is to be stored for more than two weeks, you are advised to remove the battery pack from the unit.

Warning: Do not expose battery packs to temperatures below 0°C (32°F) or above 45°C (113°F). Extreme temperatures may adversely affect the battery pack.

By following the battery conditioning process you condition your battery to accept the maximum possible charge. Failure to follow this procedure will prevent you from obtaining the maximum battery charge, and will also shorten the effective lifespan of the battery.

Memaksimalkan umur baterai

Seperti baterai yang lainnya, performa baterai akan berkurang seiring waktu dan pemakaian baterai tersebut. Nah, untuk memaksimalkan umur baterai, anda disarankan untuk mengikuti saran-saran dibawah ini.

Mengkondisikan baterai baru

Jadi, ketika kita membeli sebuah notebook baru (otomatis baterai nya juga baru), kita harus mengkondisikan baterainya terlebih dahulu. dengan melakukan pengkondisian ini diharapkan kita bisa mendapatkan daya simpan yang maksimal dari baterai.

Caranya,
setelah baterainya kita pasang ke dalam notebook, lakukan pengisian baterai dengan adaptor TANPA menghidupkan notebook tersebut.
Setelah baterai penuh (biasanya ada indikatornya di notebook, misalnya di Acer, tanda baterainya dari kuning berubah menjadi hijau), langsung cabut adaptor secepatnya dan hidupkan notebook (menggunakan tenaga dari baterai).
Gunakan baterai sampai alarm low bat muncul (hampir kosong). Setelah itu matikan notebook dan ulangi siklus ini sampai baterai telah diisi dan digunakan penuh (dikuras) 3 X

Pengkondisian ini juga berlaku bagi baterai yang sudah lama tidak dipakai.

Jika notebook akan tidak dipakai sampai 2 minggu, kita dianjurkan untuk melepaskan baterai, dan menyimpannya di tempat yang bersuhu 10°C sampai 30°C. Suhu yang lebih panas dari 45°C atau lebih dingin dari 0°C akan merusak baterai.

In addition, the useful lifespan of the battery is adversely affected by the following usage patterns:
Using the computer on constant AC power with the battery inserted. If you want to use constant AC power, you are advised to remove the battery pack after it is fully charged.
Not discharging and recharging the battery to its extremes, as described above.
Frequent use; the more you use the battery, the faster it will reach the end of its effective life. A standard computer battery has a life span of about 300 charges.

Dan juga, daya simpan baterai akan berubah jika kebiasaan pemakaiannya yang kurang baik, seperti
Menggunakan listrik AC secara konstan (tetap). Jika anda ingin menggunakan listrik AC secara tetap / lama, disarankan untuk mencopot baterai setelah baterainya penuh.
Tidak mengisi baterai sampai benar² penuh dan menggunakan baterai sampai hampir habis. Jadi disarankan untuk mengisi baterai sampai benar² penuh dan menggunakan baterai sampai hampir habis.
baterai mempunyai masa pakai optimal sampai sekitar 300 kali pengisian ulang. semakai sering dipakai, semakin cepat baterai itu mencapai akhir dari masa pakai optimalnya.

Optimising battery life

Optimizing battery life helps you get the most out of battery operation, prolonging the charge/recharge cycle and improving recharging efficiency. You are advised to follow the suggestions set out below:
Purchase an extra battery pack.
Use AC power whenever possible, reserving battery for on-the-go use.
Eject a PC Card if it is not being used, as it will continue to draw power (for selected model).
Store the battery pack in a cool, dry place. The recommended temperature is 10°C (50°F) to 30°C (86°F). Higher temperatures cause the battery to self-discharge faster.
Excessive recharging decreases the battery life.
Look after your AC adapter and battery.

Mengoptimalkan umur baterai

Mengoptimalkan umur baterai akan membuat anda dapat memanfaatkan baterai lebih lama. Untuk mengoptimalkan umur baterai, anda disarankan untuk mengikuti saran-saran dibawah ini.
Beli baterai tambahan (bagi yang punya uang lebih )
Gunakan listrik AC bila memungkinkan. Simpan baterai untuk berpergian.
Simpan baterai di tempat yang kering dan sejuk. Disarankan suhu tempatnya 10°C sampai 30°C. Suhu yang lebih tinggi akan menyebabkan listrik pada baterai berkurang sendiri lebih cepat.
Proses charge yang berlebihan akan mengurangi umur baterai.
Peliharalah baterai dan charger nya (jauhkan dari air, simpan di tempat yg sejuk)

*sumber : Manual Book Notebook Acer 4520

Tips tambahan untuk pengguna Windows :
Jika notebook anda tidak dilengkapi dengan software khusus untuk mengatur dan memperlihatkan status baterai dari produsen (misal : Acer Empowering) , anda bisa menggunakan manajemen power (baterai) bawaan xp.

Dalam keadaan standar, biasanya icon power options (yang gambarnya colokan listrik ato baterai) akan menghilang begitu anda melepaskan adaptor dan menggunakan baterai, sehingga anda tidak bisa dengan mudah mengetahui sisa daya baterai anda. untuk mencegah hal ini, buka Control panel, Power Options, Advanced. kemudian centang (silang) di pilihan “Always show icon on taskbar“. Setelah itu icon power options tidak akan menghilang lagi dan anda bisa dengan mudah mengetahui keadaan baterai.

Untuk manajemen power (baterai) bawaan xp, anda tinggal meng-klik sekali di icon tersebut, kemudian pilihan setting pengaturan power akan muncul.

Semoga bermanfaat

Perbedaan Notebook dan Laptop

Sunday, May 9, 2010

Apa sih beda antara laptop dan notebook? Ini adalah pertanyaan kecil yang sering dilontarkan dan membuat bingung. Laptop atau notebook sendiri sebenarnya adalah varian dari Portable PC untuk menyebut komputer yang dapat dibawa-bawa, seperti juga varian lain, pocket PC.

Laptop sendiri gabungan dari dua kata, Lap yang berarti pangkuan dan Top yang artinya diatas. Jadi saat pertama dibuat laptop memang ditujukan untuk penggunaan bergerak dan dapat dipangku. Berlawan dengan istilah desktop untuk penamaan PC yang selalu digunakan diatas meja.

Secara teknis saat ini Laptop dan notebook tidak memiliki perbedaan yang mendasar. Tapi menurut Amit Agarwal, laptop adalah komputer portabel yang ‘pas’ saat ditaruh diatas pangkuan. Sementara Notebook adalah komputer jinjing yang secara keseluruhan lebih langsing dari laptop. Sementara yang lain berpendapat terdapat perbedaan yang cukup besar antara keduanya.

Sebenarnya laptop atau notebook cuma sebuah penyebutan istilah belaka. Di Amerika istilah laptop lebih dikenal dari notebook. Juga penyebutan laptop lebih familiar ditelinga orang Indonesia, contohnya “Kembali ke Laptop” atau “Laptop si Unyil” :) .

Hanya saja seiring dengan waktu istilah laptop memang dirasa kurang pas karena saat ini penggunaannya lebih banyak diatas meja. Istilah notebook yang berarti buku yang dapat dilipat dirasa lebih ‘gagah’ dan lebih kena untuk dipopulerkan. Apalagi dengan munculnya beberapa kasus meledaknya notebook akibat cacat baterai atau suhu panas berlebih, sebuah resiko yang sulit dibayangkan jika laptop dipangku, membuat penggunaan istilah laptop jadi kurang sreg.

Meski demikian masih ada beberapa produsen besar pembuat produk ini tetap menggunakan istilah laptop. Toshiba di dalam situs resminya menyebut seluruh tipe produksi PC Portable dengan kata Laptop, silahkan lihat disini. Sementara Acer menamakannya dengan Notebook, cek disini, demikian juga dengan Fujitsu yang mengelompokkan produk Lifebook-nya dengan Notebook. Setali tiga uang juga ditunjukkan Lenovo, produsen terbesar ke-4 asal China. Sementara Dell, perusahaan asal Texas, dengan lugas mengatakan sama aja tuh laptop maupun notebook.

Perbedaan besar itu menurut saya adalah, dengan dana yang luar biasa untuk membeli laptop, kita cuma dapat setengahnya yang didapat dari komputer desktop. Atau dengan kata lain jika tidak benar-benar butuh dan mobile, PC Desktop jauh lebih powerfull sebagai dipilihan. CMIIW.

Tips Membeli Notebook Bekas

Buat teman-teman yang ingin membeli notebook second, ada bebarapa hal yang perlu diperhatikan. Karena membeli notebook second tidak semudah membeli notebook baru. Untuk membeli notebook baru, mungkin teman-teman hanya bingung pilihannya saja, tapi untuk notebook second ada banyak yang perlu diperhatikan. Dibawah ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli notebook second :

  1. FISIK NOTEBOOK

Urusan Notebook second ( bekas ) memang fisik adalah hal utama yang perlu diperhatikan. Beberapa bagian fisik dari notebookharus diteliti secara seksama. jangan terkecoh dengan omongan penjual, karena bisa menjebak. Beberapa hal fisik yang diperhatikan adalah :

  • Casis

Kondisi dari casis laptop mengindikasikan bahwa laptop tadi dirawat dengan baik oleh pemilk pertama. Perhatikan baik-baik seluruh casis laptop sehingga anda tak menyesal dikemudian hari karena kurang cermat mengamati kerusakan yang terjadi.

  • Layar Laptop

Layar LCD laptop adalah salah satu komponen yang paling mahal. Karena itu pastikan layar laptop masih mampu bekerja dengan baik. Pastikan juga LCD tersebut tidak mempunyai dead pixel.

  • Keyboard & Touchpad

Pastikan keyboard dan touchpad masih berfungsi baik. Hal ini karena mengganti keyboard dan touchpad, selain membutuhkan biaya juga tak semudah seperti halnya di dekstop.

2. KOMPONEN NOTEBOOK

Komponen yang ditanam dalam notebook juga cukup penting diperhatikan. Biar anda tidak kecewa gara-gara performa notebook yang tidak sesuai dengan harapan. Pastikan komponen dalam notebook tadi sesuai harapan.

  • Prosesor

Untuk saat ini, sebaiknya anda membeli notebook berprosessor minimal Pentium III. Prosesssor ini masih mampu menjalankan sistem operasi modern seperti Windows XP dengan cukup baik. Tapi bila ingin koneksi wifi, sebaiknya pilih notebook yang mempunyai prosessor pentium IV. Kebanyakan notebook berprosessor pentium IV atau yang setara lebih mendukung teknologi wifi. Lebih baik lagi bila anda memilih notebook yang telah berteknologi centrino. Rata2 notebook berlabel centrino harganya sudah turun jauh, mungkin kisaran 3 -4 jutaan rupiah, anda sudah bisa mendapatkan notebook berteknologi centrino.

  • Memori

Memori RAM untuk notebook harganya memang sedikit lebih mahal dibanding dekstop, jadi teliti RAM yang ditanam di dalam notebook tersebut. Teliti kapasitas RAM dan periksa apakah bisa diupgrade dengan mudah jika suatu saat anda menginginkannya. Disarankan agar laptop punya kapsitas RAM minimal 512 Mb.

  • Kapasitas Harddisk

Laptop lama mungkin hanya punya kapasitas harddisk maksimal 40 GB, bahkan ada yang hanya 10 GB. Tentukan kapasitas yang memenuhi kebutuhan anda dalam menyimpan data.

  • Baterai

Baterai laptop bekas biasanya lemah. Pertimbangkan apakah anda memerlukan baterai murah. Jika misalnya laptop hanya dipakai di rumah, anda mungkin tidak perlu baterai baru dan bisa mengandalkan daya lstrik.

Semoga tips-tips ini bisa bermanfaat….selamat membeli laptop…

Tips Membeli Laptop/Notebook baru

Bagi anda yang ingin membeli Noteboo/ Laptop Baru ada beberapa tips dibawah ini sebelum anda membeli :

  1. Belilah laptop sesuai kemampuan keuangan kita (harga laptop sekarang mulai dari 5 juta sampai 25 juta-an).
  2. Belilah laptop sesuai untuk pekerjaannya (jangan beli laptop dengan spefikasi yang wah seharga 21 juta hanya untuk mengetik, buat slide presentasi dan sufing doank, toh dengan laptop seharga 5-8 juta-an sudah bisa).
  3. Sebelum beli bandingkan beberapa merk laptop, karena biasanya ada perbedaan harga yang lumayan padahal spefikasi hardware laptopnya tidak berbeda jauh.
  4. Bila anda sungguh-sungguh untuk membeli laptop yang murah carilah ketika ada pameran komputer, karena biasanya harga ketika pameran sedikit lebih murah.
  5. Bila beli yang bekas, usahakan untuk membeli dengan teman yang mengerti mengenai komputer sehingga dapat memilih laptop yang tepat.
Selain tips diatas, ada lagi yaitu tips beli laptop atau notebook berdasarkan spefikasi hardware laptopnya, yaitu :
  1. Prosessor, kalau masalah “otak” laptop ini, saya sarankan belilah laptop yang prosessornya Mobile (prosessor khusus buat perangkat bergerak terutama laptop) jangan yang prosessornya buat PC desktop. Meski pun harga laptop berprosessor Mobile agak tinggi, tapi pemakain dayanya lebih bagus. Lalu cari yang bukan prosessor “value” (kecuali buat laptop hanya untuk pekerjaan yang tidak terlalu berat, contoh untuk mengetik,dll), untuk contoh prosessor “value” adalah Intel Celeron. Untuk soal kecepatan 1,6 GHz-1,8 GHz itu sudah cukup untuk kalangan biasa, kecuali untuk image-audio-video editing dan game (yang tertentu saja) mungkin yang kecepatan 1,8 GHz – 2,0 GHz itu akan lebih baik.
  2. Memory, untuk masalah memory cari saja yang standar (256 MB-512 MB) untuk laptop sudah cukup, kecuali bila ada keinginan untuk install OS Windows Vista,cari yang memorinya 512 MB (standar minimal memori Vista) atau 1 GB kalau bisa.
  3. Hardisk, untuk masalah media penyimpanan standar Hardisk berkapasitas 40 GB sudah cukup tapi kalau ada yang berkapasitas 80 GB itu lebih baik (karena biasanya data di laptop hanya untuk sementara saja) , kecuali bagi laptop untuk image-audio-video editing dan game mungin perlu hardisk yang cukup besar,misalnya 160 GB.
  4. Grafik, soal ini biasanya laptop memakai grafik onboard (biasanya dari intel ), tapi ada yang memakai dari chip buatan ATI atau NVIDIA tapi biasanya itu jarang dan ada pada laptop kelas menengah ke atas, untuk pemakaian umum grafik ini tidak perlu dipersoalkan tapi untuk kalangan antusias mungkin harus cari yang lebih bagus (ingat bahwa chip grafik di laptop biasanya bersatu dengan mainboardnya tidak terpisah dalam cardnya seperti pada PC desktop, jadi tidak dapat di upgrade).
  5. Monitor, disarankan monitornya yang sedang saja (14”-15”), jangan terlalu kekecilan (12”),nati tidak jelas atau yang besar (17”) karena besar monitor berpengaruh terhadap harga laptopnya.
  6. Cari laptop yang punya koneksi wifi yang medukung jaringan A/G atau lebih baik lagi yang mendukung jaringan ABG jadi lebih tenang (sebenarnya jaringan wifi standar A di dukung oleh standar G hanya kecepatan datanya lebih rendah yang A, tetapi standar B tidak di dukung oleh keduannya (A/G), jadi yang mendukung jaringan ABG itu lebih baik bahkan coba juga yang mendukung jaringan wifi standar N yang terbaru walau pun ada kemungkinan itu juga agak langka).
  7. Untuk perangkat optic (CD-ROM, dll), rata-rata sekarang pembuat laptop memasangakan perangakat optic sudah mendukung DVDRW walaupun ada juga yang hanya Combo (CDRW+DVDROM) atau hanya DVDROM saja, tapi menurut saya DVDROM atau COMBO sudah cukup karena perangkat ini jarang dipakai untuk menulis (write) tapi lebih banyak digunakan membaca (read) karena perangkat optik ini juga berpengaruh terhadap harga.
  8. Untuk tambahan perangkat yang lain seperti card reader, finger scan, dll intu juga dapat menjadi pertimbangan.
Semoga bisa menjadi referensi bagi anda...