ciri ciri battery yang sukar di perbaiki

Monday, May 17, 2010

1. Seperti pernah disebutkan yaitu bila tegangan charging sudah dinaikkan sampai tinggi sekali tapi arus yang mengalir cuma sangat kecil atau bahkan 0 maka disebut battery telah putus, padahal mungkin yang putus hanya satu cel saja, atau satu cel telah menjadi sangat isolatif, cel ini harus diganti.

2. Misalnya sebuah battery tertulis 7,2 V, walau telah dilakukan ke 3 cara di atas lalu di-charge ulang, di ukur tegangannya didapat hanya 6 V, maka disimpulkan satu cel telah mati secara short-circuit. Penanggulangannya spt. No. 1 yaitu battery dibongkar dan diganti cel yang short ini.

3. Bila battery telah meleleh sebaiknya diganti saja, karena cairannya sangat korosif sehingga sangat mudah merusak rangkaian pesawat.

Pepatah lebih baik mencegah dari pada mengobati di sini juga berlaku, melakukan perawatan lebih baik hasilnya dari pada memperbaiki battery yang telah rusak.

CARA MEMPERBAIKI RECHARGEABLE BATTERY NOTEBOOK

Zat C yang bersifat isolasi ini ternyata bisa dipecahkan / diurai kembali menjadi zat A atau zat B dengan mengalirkan Arus yang sangat BESAR pada Battery. Bila arus besar itu Forward (masuk) maka zat C bisa kembali menjadi zat B, sebaliknya bila arahnya ke luar / reverse, zat C bisa menjadi zat A.
Arus besar yang dimaksud adalah kira-kira sekitar 2 A sampai 10 A. Karena itu untuk Cara No. 2 dan 3 di bawah ini memerlukan sebuah Power Supply Unit (PSU) yang bisa di-adjust tegangannya dari 0 V – 30 V dengan maximum kapasitas 20 A atau 30 A. Sediakan pula R dan AVO meter.

PERHATIAN: Untuk mencapai arus besar pada battery 3.6 V – 9.6 V yang telah jelek diperlukan tegangan antara 12 V – 20 V, karena itu kita harus hati-hati dalam penangannya karena hubung-singkat pada kabel-kabel PSU bisa menimbulkan ledakan dan bunga api.

CARA 1:

Bila memory effect masih sedikit battery masih agak bagus kita bisa mengharapkan mendapat arus Besar Reverse (keluar) sebesar sekitar 2 A dengan jalan sebagai berikut:

1. Isi penuh dulu battery dengan charger biasa, lalu kosongkan secara cepat menggunakan beban antara R (1,8 Ohm) untuk battery 3,6 V sampai dengan R (= 4,7 Ohm) untuk battery 9,6 V. [Perhatian R yang dipakai di sini harus dengan watt yang besar minimum 5 W, kalau susah mendapatkan R ini bisa diganti dengan lampu mobil 12V antara 50 W – 25 W.]

2. Karena arus 2 A ini cukup besar maka battery dan R akan panas, jadi beban R tidak boleh terus menerus di hubungkan tapi hanya untuk kira-kira 5 – 15 detik lalu dilepas.

3. Setelah R agak dingin, ulangi step 2 berulang-ulang, sampai isi battery kosong.

4. Ulangi step 1 – 3 sebanyak 2 @ 3 kali, kemudian battery di charge dengan normal chargernya sebelum dipakai.

Bila battery masih cukup baik dia bisa di isi cukup banyak untuk bisa menghasilkan arus sekitar 2 A bila diberi beban, tapi kalau battery sudah terlampau parah dia tidak bisa diisi cukup banyak muatan sehingga bila diberi beban atau bahkan dihubung singkat sekalipun kita tidak bisa mendapatkan arus sebesar 2 A, untuk itu kita memerlukan pertolongan PSU pada CARA 2 dan 3 di bawah ini.

CARA 2:

Bila arus 2 A tidak bisa kita dapatkan melalui pengosongan battery dengan beban R atau kadang-kadang dengan arus 2 A ini memory effect belum bisa dipecahkan, kita perlu adjustable PSU yang ada Ampere-meter dan Volt-meternya untuk mendapatkan arus masuk (forward) yang besar:



1. Kosongkan battery dengan R (5 Ohm) sampai tuntas, seperti metoda perawatan battery.

2. Hubungkan kutub + PSU ke kutub + battery, kutub – PSU ke kutub – Battery seperti gambar.

3. Naikkan tegangan perlahan-lahan, monitor penunjukan Ampere Meter, dapatkan kurang-lebih 5 A. Setelah kira-kira 2 – 4 detik dilepas, istirahat 2 detik, sambung lagi 2 – 4 detik begitu seterusnya sampai battery menjadi panas sekali.

4. Dinginkan battery dulu.

5. Lalu kosongkan battery seperti step 1.

6. Ulangi step 2 - 5 sebanyak 2 @ 3 kali.

7. Charge battery dengan normal chargernya.

Bila setelah dipakai ternyata battery masih juga kurang tahan lama, coba ulangi prosedur ini tapi sekarang dengan arus 10 A. Dalam percobaan untuk battery 7,2 V kadang-kadang diperlukan tegangan antara 15 V – 20 V untuk mendapatkan arus 10 A.

Bila tegangan sudah dinaikkan sampai 20 V bahkan 30 V tetapi arus yang mengalir sangat kecil atau bahkan 0 A, maka battery dikatakan sudah putus, tidak ada cara lain kecuali dibongkar dan dicari Cel mana yang putus untuk diganti dengan Cel yang baru (Satu Cel tegangan normalnya 1,2 V).

CARA 3:

Cara 3 ini ditempuh bila cara 2 tidak berhasil, caranya hampir sama dengan cara 2 yaitu sama-sama menggunakan PSU, bedanya sekarang dengan menggunakan arus ke luar (reverse), prinsipnya sama dengan cara 1 yaitu arus-nya reverse, hanya bedanya arusnya lebih besar (5 A - 10 A).
Mungkin kata-kata ini membingungkan kita, tapi bila telah mengetahui step-step-nya akan menjadi paham.



1. Kosongkan battery dengan R (5 Ohm) sampai tuntas, seperti metoda perawatan battery.

2. Hubungkan kutub + PSU ke kutub – battery, kutub – PSU ke kutub + Battery seperti gambar.

3. Naikkan tegangan perlahan-lahan, monitor penunjukan Ampere Meter, dapatkan kurang-lebih 5 A. Setelah kira-kira 2 – 4 detik dilepas, istirahat 2 detik, sambung lagi 2 – 4 detik begitu seterusnya sampai battery menjadi panas.

4. Dinginkan battery dulu.

5. Lalu kosongkan battery seperti step 1.

6. Ulangi step 1 - 5 sebanyak 2 - 3 kali. [Polaritas battery biasanya jadi terbalik tapi tegangannya sangat rendah, hal ini tidak apa-apa]

7. Charge battery dengan normal chargernya.

Perhatikan perbedaan step 3 dengan step 2, hubungannya saling terbalik. Karena itu step no. 1 yaitu pengosongan haruslah benar-benar dilakukan sampai tuntas, karena bila battery masih penuh dihubungkan dengan power supply dengan polaritas terbalik akan terjadi loncatan bunga listrik yang cukup besar.
Seperti Cara 2, Cara 3 ini bila belum berhasil naikkan arusnya menjadi sampai 10 A.